Gambaran Kecerdasan Dan Aspek Yang Dicapai Dari Tes CFIT Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Potensi Utama Medan

Authors

  • Fenty Zahara Nasution Universitas Potensi Utama
  • Rismawati Munthe Universitas Potensi Utama
  • Ananda Arif Abdilah Sinulingga Universitas Potensi Utama

Keywords:

Kecerdasan aspek tes CFIT

Abstract

Tes inteligensi adalah tes yang menunjukkan kemampuan umum seseorang untuk memprediksi apakah mereka akan dapat menerima pendidikan atau pelatihan tertentu. Tes ini menghasilkan IQ dimana merupakan informasi tentang posisi relatif seseorang terhadap rekan-rekan mereka. Nilai tes kecerdasan sering kali diubah menjadi angka. Hal ini menjadi petunjuk untuk menunjukkan posisi tingkat kecerdasan seseorang. jumlah standar nilai tes kecerdasan secara tradisional dinyatakan sebagai rasio (hasil bagi) dan disebut IQ. Kecerdasan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Berbagai alat ukur telah dikembangkan untuk mengukur kecerdasan, termasuk tes Culture Fair Intelligence Scale (CFIT) yang dikembangkan oleh Raymond B. Cattell. Tes CFIT adalah ukuran non-verbal dari kecerdasan likuiditas (kemampuan analitis dalam situasi abstrak) dalam pola yang sebebas mungkin dari pengaruh budaya. Dalam tes CFIT, intelegensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan secaa umum dalam menghadapai maslaha hidup dan lingkungan meskipun pada akhirnya bisa menghubungan ke duania akademik. Tes ini menggunakan 102 sample mahsiswa dari tahun akademik 2020 sampai 2023 dengan menggunakan tes CFIT skala 3  sebagai alat ukur dimana hasil yang dicapai banyak di kategori sedang yang bergerak diangka 90-109 dan yang paling rendah 57 atau MR dan hasil obesrvasi dengan nilai MR adalah bebarpa mashiswa mengaku tidak siap, lelah tidak enak badan dan kaget melihat soal ujian,  tidak bisa mengerjakan dengan diburu oleh waktu 2 3 3 2.5  menit persubtesnya. sehingga mereka sulit berfikir untuk mekawab dengan benar. Penelitian ini menemukan hal  kelebihan diaspek 1 yaitu mampu mandiri dan fokus artinya mahasiswa mampu diajak berfikir dengan runtut. Disis lain ditemukan Aspek yang paling banyak sebagai kelemahan adalah aspek 3 dan 4 dalam aspek 3 dengan 16,84% kemampuan menganalisa. Artinya belum mampu  memecahkan akar masalah dan aspek subtes  4  dengan 17,47 %  belum mampu menunjukan Pemahaman konsep, yaitu kemampuan memahami suatu prinsip untuk diterapkan ke dalam situasi yang berbeda.artinay punay visi dan misi berkaitan dengan minat belajar sertaadanya kecemasanyaitu minat belajar dan adanya kecemasan. Kelebihan dan kekurangan ini kiranya dapat di antisipasi mahasiwa dalam belajar di akdemik

References

Tes inteligensi adalah tes yang menunjukkan kemampuan umum seseorang untuk memprediksi apakah mereka akan dapat menerima pendidikan atau pelatihan tertentu. Tes ini menghasilkan IQ dimana merupakan informasi tentang posisi relatif seseorang terhadap rekan-rekan mereka. Nilai tes kecerdasan sering kali diubah menjadi angka. Hal ini menjadi petunjuk untuk menunjukkan posisi tingkat kecerdasan seseorang. jumlah standar nilai tes kecerdasan secara tradisional dinyatakan sebagai rasio (hasil bagi) dan disebut IQ. Kecerdasan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Berbagai alat ukur telah dikembangkan untuk mengukur kecerdasan, termasuk tes Culture Fair Intelligence Scale (CFIT) yang dikembangkan oleh Raymond B. Cattell. Tes CFIT adalah ukuran non-verbal dari kecerdasan likuiditas (kemampuan analitis dalam situasi abstrak) dalam pola yang sebebas mungkin dari pengaruh budaya. Dalam tes CFIT, intelegensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan secaa umum dalam menghadapai maslaha hidup dan lingkungan meskipun pada akhirnya bisa menghubungan ke duania akademik. Tes ini menggunakan 102 sample mahsiswa dari tahun akademik 2020 sampai 2023 dengan menggunakan tes CFIT skala 3 sebagai alat ukur dimana hasil yang dicapai banyak di kategori sedang yang bergerak diangka 90-109 dan yang paling rendah 57 atau MR dan hasil obesrvasi dengan nilai MR adalah bebarpa mashiswa mengaku tidak siap, lelah tidak enak badan dan kaget melihat soal ujian, tidak bisa mengerjakan dengan diburu oleh waktu 2 3 3 2.5 menit persubtesnya. sehingga mereka sulit berfikir untuk mekawab dengan benar. Penelitian ini menemukan hal kelebihan diaspek 1 yaitu mampu mandiri dan fokus artinya mahasiswa mampu diajak berfikir dengan runtut. Disis lain ditemukan Aspek yang paling banyak sebagai kelemahan adalah aspek 3 dan 4 dalam aspek 3 dengan 16,84% kemampuan menganalisa. Artinya belum mampu memecahkan akar masalah dan aspek subtes 4 dengan 17,47 % belum mampu menunjukan Pemahaman konsep, yaitu kemampuan memahami suatu prinsip untuk diterapkan ke dalam situasi yang berbeda.artinay punay visi dan misi berkaitan dengan minat belajar sertaadanya kecemasanyaitu minat belajar dan adanya kecemasan. Kelebihan dan kekurangan ini kiranya dapat di antisipasi mahasiwa dalam belajar di akdemik.

Downloads

Published

2025-08-06