Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat dengan menggunakan metode seven tools dan fmea
Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat
DOI:
https://doi.org/10.22303/iesm.7.1.2026.01-08Keywords:
Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA, Produksi TempeAbstract
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian sebagai berikut : Mengetahui pengendalian kualitas tempe dengan
menggunakan metode Seven Tools, Mengidentifikasi kegagalan proses produksi tempe dengan
menggunakan metode FMEA, Mengetahui langkah – langkah yang digunakan untuk memperbaiki
produk cacat tempe. Berdasarkan Peta Kontrol np Bar produk cacat tempe dapat diketahui bahwa
produk cacat yang berada pada batas kontrol atas dan batas kontrol bawah yaitu produk cacat yang
dihasilkan pada Minggu ke – 1, Minggu Ke -2 dan Minggu Ke-4 sebesar 112, 124 dan 85. Sedangkan
untuk Minggu Ke -3 menghasilkan produk cacat yang tidak terkontrol sebesar 150 yang melewati
Upper Control Limit (LCL). faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya produk cacat dimana faktor
– faktor tersebut sebagai berikut : Tempe yang kurang matang terdiri dari Kualitas kedelai yang kurang
bagus, Kualitas ragi kurang bagus, Tidak mengetahui suhu ruangan yang tepat untuk proses permentasi
tempe, Tidak mengetahui SOP penggunaan ragi Suhu ruangan Fermentasi yang tidak Stabil,
Kelembapan ruangan yang kurang bagus untuk permentasi kemudian untuk Ukuran Yang Tidak Sesuai
terdiri dari Ukuran plastik yang digunakan tidak sesuai dengan standar ukuran yang ditetapka,
Kurangnya mengetahui ukuran kapasitas pelastik yang dingunakan , Tidak adanya takaran ukuran pada
saat memasukkan kedelai kedalam pelastik , Tidak adanya SOP ukuran berupa berat sampel kedelai
yang dimasukkan kedalam pelastik pada saat proses pengemasan, Tempe Belum Matang dan Ukuran
Tidak Sesuai Standar yaitu Ukuran plasti yang digunakan tidak sesaui standar dan kualitas ragi yang
digunakan tidak bagus serta tidak adanya takaran pada saat memasukkan kedelai kedalam plastik serta
tidak adanya ukuran ragi yang digunakan
Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA.
References
G. Basuki, N. V. Gusdi, and M. Mahsun, “Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Basic Seven Tools dan Failure Mode And Effect Analysis ( FMEA ) untuk Meminimasi Kecacatan Produk di PT X,” 2025.
V. Nur Aini and D. Andesta, “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Papan Fiber Semen dengan Metode Seven Tools dan FMEA pada PT. XYZ,” vol. 8, no. 2, pp. 1166–1173, 2024.
S. Kamah, N. Achmad, and S. Nurmardina Abdussamad, “Penerapan Hybrid Seven Tools Analysis Dan Failure Mode And Effects Analisis Dalam Statistical Proses,” vol. 3, no. 7, pp. 202–212, 2025.
D. Arif Munandar, T. Ngudi Wiyatno, and A. Emarilis Intani, “Reduction Of Defects In Common Rail Pipe Products Using The Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Method And Kaizen Seven Tools At PT. XXX,” vol. 7, no. 1, pp. 252–263, 2025.
M. Damaindra and A. Sidhi Cahyana, “Peningkatan Kualitas Produk Pada Mesin Produksi Nonwoven Spunbond Dengan Menggunakan Metode Seven Tools Dan FMEA,” pp. 245–255, 2017.
P. Pamungkas, S. Rahayu, and F. E. Putra, “Analisis pengendalian kualitas produk dengan menggunakan metode seven tools dan FMEA di PT . XYZ Product quality control analysis using the seven tools and FMEA method at PT XYZ,” vol. 6, pp. 70–81, 2025, doi: 10.37373/jenius.v6i1.1591.
M. J. Firmansyah and M. Nuruddin, “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Pada PT . XYZ Menggunakan Metode Seven Tools Dan FMEA,” vol. 20, no. 1, pp. 231–238, 2022.
M. Wibbie Wiweka Subono and R. Rochmoeljati, “Improving Shoe Product Quality Through the New Seven Tools Approach and Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Muhammad,” vol. 27, no. 1, 2026, doi: 10.21070/ijins.v27i1.1843.
J. Radianza and I. Mashabai, “Analisa Pengendalian Kualitas Produksi Dengan Menggunakan Metode Seven Tools Quality Di PT . Borsya Cipta Communica,” vol. 1, no. 1, pp. 17–21, 2020.
P. D. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA, CV, 2018.
M. Wahdan, S. Aunillah, and M. D. Kurniawan, “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Batu Kumbung Menggunakan Metode Seven Tools ( Studi Kasus : CV . Salsabilah Group ),” vol. 5, no. 1, pp. 30–38, 2022.
A. Luthfi, N. Falah, K. Arief, and R. Sa, “Analisis Pengendalian Kualitas Pada Tempe Menggunakan Metode Seven,” vol. 2, no. 3, pp. 212–223, 2023.
S. Subhan, “Penerapan Metode Seven Tools Of Quality Control Dalam Mengurangi Irregularity Cargo Pada Pos Operasional Cargo Export PT. Gapura Angkasa Cabang Denpasar,” 2022.
B. Septiana and B. Purwanggono, “Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Failure Mode Error Analysis ( Fmea ) Pada Divisi Sewing Pt Pisma Garment Indo,” 2015.
Suhaeri, “Analisa Pengendalian Kualitas Produk Jumbo Roll Dengan Menggunakan Metode FTA (Fault Tree Analysis) Dan FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) Di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk,” 2017.
H. B. Panuntun, M. A. Sari, M. Nur, F. Aqil, and R. R. Agnia, “Analisis Pengendalian Kualitas dalam Upaya untuk Meminimalisasi Kerusakan Produk Miwiti dengan Metode New Seven Tools,” vol. 4, no. 2, pp. 267–274, 2025.