Analisis Penerapan Rogram Keselamatan Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Pendekatan Hazard And Probability Study (Hazop)

Authors

Keywords:

Penerapan Program K3, Hazop, Produktvitas Kerja

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan yang tidak aman ataupun karena human error. Dengan adanya peristiwa kecelakaan yang terjadi maka akan mengurangi profit perusahaan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, pemerintah menghimbau setiap perusahaan harus menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiko-resiko jika tidak menerapkan dan memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja di stasiun kerja. Dalam penelitian ini menggunakan metodeHazard And Operability Study (HAZOP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi resiko-resiko dalam area kerja tersebut.XYZ dalam pengoperasiannya tidak luput dari masalah-masalah yang dihadapi seperti adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan sekitarnya, Terdapat 3 area sumber kecelakaan. Pertama area pabrik dengan potensi kecelakan yaitu menghirup debu, mata kemasukan debu, terjatuh, terpeleset, dan tersandung. Kedua area proses produksi dengan potensi kecelakaan kerja yaitu terjepit Conveyor, terjepit bahan baku paper roll. Ketiga area pemindahan dan penyimpanan dengan potensi kecelakaan kerja yaitu kejatuhan barang, tertindih/tertimpa barang.Dari pelaksanaan program kesehatan kerja di PT. XYZ   bisa dikatakan telah terlaksana cukup baik. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2022-2024 adalah 18,14, 9 kali kecelakaan. Semakin menurunnya tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ke tahunnya maka akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

References

[1] Budiono, A.M. 1992. Hiperkes dan Keselamatan Kerja. PT. Tri Tunggal Tata Fajar. Jakarta.

[2] Filippo, Edwin, B. 1994. Manajemen Personalia. Terjemahan oleh Moh. Masud. Edisi keenam. Erlangga, Jakarta.

[3] ILO. 1989. Pencegahan Kecelakaan, Seri Manajemen, Cetakan Pertama. PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.

[4] Kartono, Kartini. 1994. Psikologi Sosial Untuk Manajemen Perusahaan & Industri. PT. Raja Grafindo. Jakarta.

[5] Krestiono. 2003. Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan pada UD. Ardi Jati Tasik Madu Karanganyar. Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Surakarta.

[6] Ravianto, J. 1986. Produktivitas dan Tenaga Kerja, Seri Produktivitas VII, SIUP Jakarta.

[7] Santoso. 2003. Analisis Pengaruh Faktor Lingkungan Kerja terhadap Kenyamanan Kerja karyawan Dengan Menggunakan Metode Domino di PT. Freeport Indonesia Tembagapura Papua. Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

[8] Permatasari, Hamid dan Wilopo. (2015). Menentukan Rancangan Proyek Untuk Manajemen Hotel Dalam Menghadapi Kompetisi (Studi Kasus Di Quds Royal Hotel Surabaya). Jurnal Administrasi

[9] Suma’mur, P. K. 1987. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan, Cetakan pertama. CV. Haji Mas Ahung. Jakarta.

10] Haslindah, A. I. (2019). Analisis Resiko Bahaya Produksi Berdasarkan Faktor Lingkungan Kerja Menggunakan Metode (Hazard and Operability (HAZOP). ILTEK Vol.14, No. 01.Tengah. Media Mahardhika, 19(2), 328–341. https://doi. org/10. 29062/mahardika. v19i2. 257

[11] I., H. A. (2019). Analisis Resiko Bahaya Produksi Berdasarkan Faktor Lingkungan Kerja Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP). ILTEK, No 01.

[12] Nur, M. (2018). Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) di PT XYZ. Jurnal Teknik Industri, Vol 4, No 2.

[13] Rahayu, E. P. (2022). Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sukoharjo, Jawa Timur: Pradina Pustaka.

[14] Ahmad, T. (1993). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

[15] T, A. (1993). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Downloads

Published

2025-08-06