Pengendalian Kualitas Produksi Kertas Struk Belanja pada Mesin Rewinder di PT. Grafika Nusantara
Abstract
Setiap perusahaan industri harus mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat memenuhi permintaan para konsumennya. Peningkatan produktivitas ini tidak dapat terlepas dari pengendalian kualitas produknya. PT. Grafika Nusantara merupakan sebuah perusahaan industri pengolahan kertas yang berdiri sejak tahun 2000, dengan spesialisasi di bidang Continuous Form, Packaging, Offset Printing, Digital Printing, UV Printing, dan Laser Cutting. Perusahaan selalu berupaya untuk menghasilkan kualitas produk yang baik dan menekan kerusakan produk. Namun, pada kenyataannya banyak ditemukan produk tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas dengan metode Quality Qontrol Circle (QCC) dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produksi di PT. Grafika Nusantara. Dalam melakukan analisa, metode QCC ini menggunakan bantuan seven tools. Berdasarkan pengamatan diperoleh bahwa jenis-jenis cacat yang terjadi pada produksi kertas struk belanja yaitu gulungan kertas gembos, gulungan kertas bergelombang, sisi potong gulungan kertas kasar, kertas kotor, dan kertas tergores. Dari hasil analisa diketahui bahwa konstribusi defect tertinggi terjadi pada gulungan kertas gombos sebesar 0,64%, sisi potongan gulungan kertas sebesar 0,13%, kertas kotor sebesar 0,15%, kertas tergores sebesar 0,05% dan defect terendah ialah gulungan kertas bergelombang sebesar 0,01%. Faktor-faktor dominan yang menyebabkan terjadi cacat produk jenis gulungan kertas gombos adalah manusia dan mesin.
References
[1] K. Khamaludin and A. P. Respati, “Implementasi Metode QCC untuk Menurunkan Jumlah Sisa Sampel Pengujian Compound,” J. Optimasi Sist. Ind., vol. 18, no. 2, p. 176, 2019, doi: 10.25077/josi.v18.n2.p176-185.2019.
[2] Wardhana Wahyu Dharsono, “Penerapan Quality Control Circle Pada Proses Produksi Wafer Guna Mengurangi Cacat Produksi ( Studi Kasus di PT XYZ Jakarta ),” J. Fateksa, vol. 2, no. 1, pp. 31–39, 2017.
[3] K. Liu, Z. Xu, X. Wang, Y. Chen, and X. D. Mao, “The Application of Quality Control Circle to Improve The Quality of Samples: A SQUIRE-Compliant Quality-Improving Study,”
Medicine (Baltimore)., vol. 99, no. 21, p. e20333, 2020, doi:
10.1097/MD.0000000000020333.
[4] O. Andre Wahyu Riyanto, “Implementasi Metode Quality Control Circle Untuk Menurunkan Tingkat Cacat Pada Produk Alloy Wheel,” J. Eng. Manag. Industial Syst., vol. 3, no. 2, 2015, doi: 10.21776/ub.jemis.2015.003.02.7.
[5] H. Feng, G. Li, C. Xu, C. Ju, and P. Suo, “A Quality Control Circle Process to Improve Implementation Effect of Prevention Measures for High-Risk Patients,” Int. Wound J., vol. 14, no. 6, pp. 1094–1099, 2017, doi: 10.1111/iwj.12764.
[6] A. T. R. I. Yulianto, “Laporan Tugas Akhir Meminimalkan Return Customer Dengan Metode Quality Control Circle dan Quality Loss Fuction (Studi Kasus PT. Artha Food),” Aris Tri Yulianto- 2018 - Eprints.Umsida.Ac.Id, no. 1, pp. 1–51, 2018.