Penyeimbangan Lintasan Pada Area Produksi Dengan Metode Region Approach (Ra) (Studi Kasus: Produksi Baja Di Medan)
Keywords:
balance delay, keseimbangan lintasan, region approch, smoothness index.Abstract
Ketidakseimbangan lintasan di area produksi mempunyai dampak terhadap tidak meratanya beban kerja terutama pada setiap stasiun kerja. Hal ini yang dihadapi pada salah satu manufaktur yang bergerak dibidang baja yang menyebabkan lintasan produksi kurang optimal. Untuk menyelesaikan masalah ini perlu dilakukan keseimbangan lintasan produksi dengan menggunakan metode pendekatan wilayah (region approach). Metode pendekatan wilayah (region approach) sebagai salah satu dari solusi penyeimbangan wilayah. Metode ini merupakan pembagian wilayah atau kelompok kerja yang saling berkaitan dan merata sehingga tidak adanya melebihi waktu siklus pada setiap stasiun kerja. Sehingga terjadi perbaikan performansi dengan nilai yang sama pada lintasan produksi. Adanya penerapan metode Region Approach untuk keseimbangan lintasan pada pencetakan atap diperoleh jumlah stasiun kerja sebelum dilakukan keseimbangan lintasan sebanyak 10, kemudian sesudah dilakukan keseimbangan lintasan jumlah stasiun kerja menjadi 7.Nilai efesiensi lintasan (line efesiensi) meningkat menjadi 65% dari 45% pada kondisi sebelumnya. Nilai keseimbangan waktu senggang (balance delay) turun menjadi 34,41%. dari 54%.Nilai smoothness index juga turun menjadi 61,12 menit.menjadi 33,69 menit.
References
[1] Kucukkoc, I. and Zhang, D.Z., 2015. Type-E Parallel Two Side Assembly Line Balancing Problem: Mathematical Model and Ant Colony Optimisation Based Approach with Optimesd Parameters. Computer & Industrial Engineering,84, 56-69.
[2] Dupi Fudianto.et.al, 2017. Rancangan Keseimbangan Lintasan Stasiun Kerja Guna Meningkatakan Efisiensi Waktu Siklus Operasi Produk es balok (Studi Kasus: Perusahaan es Balok, PT.X Pandaan Pasuruan).Journal Knowledge Industrial Engineering,.Vol 4 No.3.
[3] Maria Pitriani.et.al.,2016 Metode Region Approach Untuk Keseimbangan Lintasan, Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster)Volume 5, No. 03(2016), hal 205 – 212.
[4] Rizki Wahyuniardi.et.al.,2012. Perbaikan Keseimbangan Lintasan Perakitan dengan Algoritma Genetika. (Studi kasus di CV Jaya Pratama Bandung)Jurusan Teknik Industri Unpas ISSN 978-602-98109-1-2
[5] Mahmud Basuki.et.al.,2019. Perancangan Sistem keseimbangan Lintasan Produksi dengan Pendekatan Metode Heuristik, Jurnal Teknologi,Jurusan Teknik Industri,Universitas Muhammadiyah Jakarta, Vol 11 no.2 eISSN: 2460-0288.
[6] Purnomo H. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2004.
[7] Nasution AH, Prasetyawan Y. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2008.
[8] Dian Khairani Sofyan.et.al,2019. Penyeimbangan Lintasan Produksi Vulkanisir Ban Dengan Metode Large Candidate Rule (LCR) Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas
Malikussaleh
[9] Moreira, M.C., Miralles, C., and Costa, A., 2015. Model and Heuristics for the Assembly Line Worker Integration and Balancing Problem, Computers& Operations Research, 54, 64–73.
[10] Ginting R. Sistem Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2007.
[11] Baroto T. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Jakarta: Ghalia Indonesia; 2002.