Analisis Perancangan Perawatan Mesin Genset Pada PT.XYZ Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM)
Abstract
PT. XYZ beroperasi 24 jam setiap harinya dalam mengolah produk minyak kelapa sawit dengan menggunakan mesin Fruit Cages, Stelizer Machine, Thresing Station Machine, Screw Press Machine dan mesin penunjang produksi yang lainnya untuk menghasilkan tenaga listrik seperti Genset, Turbin, Gas Engine dan untuk mesin yang menghasilkan steam (uap panas) seperti boiler. Mesin-mesin tersebut sangat penting dalam proses produksi minyak kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang layak untuk dipasarkan. Permasalahan yang timbul diperusahaan ini adalah pada saat pemadaman listrik yang sering terjadi kerusakan pada mesin genset yang mengalami breakdown dan komponen-komponen mesin yang mengalami kerusakan sehingga hal ini dapat mengakibatkan jam kerja terhenti atau downtime. Penerapan metode RCM menguntungkan bagi manajemen operasional untuk meningkat, biaya perawatan mesin lebih rendah, usia komponen yang lebih Panjang. Pada Reability Centered Maintenance (RCM) adalah menyadari bahwa konsekuensi atau risiko kegagalan jauh lebih penting daripada karakteristik teknik itu sendiri. Maka dapat 1 komponen kritis yaitu injektor dengan nilai RPN sebesar 180. Berdasarkan RCM decision worksheet. Untuk komponen injektor didapatkan bahwa selang waktu antar kerusakan sebesar 519,7505 jam, yang berarti komponen injektor akan mengalami kerusakan setelah broperasi selama 35,16 jam. Interval waktu perawatan berdasarkan perhitungan RCM untuk komponen yang memiliki kegagalan atau komponen kritis adalah komponen injektor dengan interval waktu perawatan perawatan selama 65,96 jam atau krang lebih 3 -4 hari saat operasional.
References
[1] Firmansyah, M. A., & Nurhalim. (2020). Reliability Centered Maintenance (RCM) Analysis of 1000 Ton Hydraulic Press Plate Machine (Case StudyPT. X). J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah Dan Teknologi Teknik Mesin, 4(2), 19–23.
[2] Hermawan, I., & Sitepu, W. J. (2018). Tinjauan Perawatan Mesin Mixing Pada. Teknovasi, 02, 117–128.
[3] Prastiawan, A., Rarindo, H., Hendry, E., Hadi, S., & Syah Amrullah, U. (2021). Metode RCM Untuk Sistem Perawatan Mesin Amplas Multipleks Pada Pabrik Plywood. Jurnal Ilmiah Teknologi FST Undana, 15(2), 36–40.
[4] Purba, S., Parinduri, L., & Harahap, B. (2021). Penentuan Interval Waktu Preventif Maintenance Pada Mesin Open Top Roller Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Di Unit Pabrik Teh Kebun Tobasari Pt. Perkebunan Nusantara Iv. Cetak) Buletin Utama Teknik, 16(2), 1410–4520. https://www.researchgate.net/publication/334133555_Penentuan_Interval_Waktu_Preventive_Maintenance_Pada_Nail_Making_Machine_Dengan_Menggunakan_Metode_Reliability_Centered_Maintenance_RCM_II
[5] Prawisentono. 2016. Usulan Perawatan Mesin Dengan Menggunakan Metode RCM. Tarsito:Bandung.
[6] Silviana, N., Munte, S., Siregar, N., & Prasetyo, H. (2021). Analisis Perawatan Mesin Produksi Menggunakan Metode RCM (Realibility Centered Maintenance) Pada Mesin Mixer Di PT. X. TALENTA Conference Series: Energy and Engineering (EE), 4(1), 606. https://doi.org/10.32734/ee.v4i1.1301
[7] Sinaga, Z., Solihin, S., & Ardan, M. (2021). Perencanaan Perawatan Mesin Welding Mig Pada Produksi Sub Frame Di PT. XYZ Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Jurnal Kajian Teknik Mesin, 6(1), 26–38. https://doi.org/10.52447/jktm.v6i1.4328
[8] Usadha, I. G. N. R., Lukitosari, V., & Rohmah, R. N. (2017, October). Analisa Keandalan pada Peralatan Unit Penggilingan Akhir Semen untuk Menentukan Jadwal Perawatan Mesin (Studi Kasus PT. Semen Indonesia Persero Tbk.). In Seminar Nasional Matematika dan Aplikasinya, Universitas Airlangga, Surabaya.
[9] Pranoto, J., Matondang, N., & Siregar, I. (2013). Implementasi studi preventive maintenance fasilitas produksi dengan metode reliability centered maintenance pada pt. xyz. Jurnal Teknik Industri USU, 1(3), 219246.
[10] Baran Pouyan, M., Birjandtalab, J., Nourani, M., & Matthew Pompeo, M. D. (2016). Automatic limb identification and sleeping parameters assessment for pressure ulcer prevention. Computers in Biology and Medicine, 75, 98–108. https://doi.org/10.1016/j.compbiomed.2016.05.017 Bridger. R, S, 2009. Introduction to Ergonomics 3rd Ed. USA: CRC Press.
[11] Bharath, Gilly. 2011. Proper Lifting Techniques. Diakses pada http://gillytherapy.com/2011/proper-lifting-techniques/.
[12] Chaffin, D.B., Andersson, G.B.J. & Martin, J.B. 1999. Occupational Biomechanics. John Wiley & Sons, Kanada
[13] Dzikrillah, N. &Yuliani, E.N.S. 2015. Analisis Postur Kerja menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Studi kasus PT. TJ. Forge Indonesia. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. 3(2), 150-156.
[14] Dzikrillah, N. &Yuliani, E.N.S. 2015. Analisis Postur Kerja menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Studi kasus PT. TJ. Forge Indonesia. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. 3(2), 150-156.
[15] Green, G., & Young, J. (2011). The provision of wheelchairs for older people in the United Kingdom. European Geriatric Medicine, 2(1), 52–55. https://doi.org/10.1016/j.eurger.2010.11.012