Analisis Kursi Roda Sebagai Alat Bantu Pada Pasien Disabilitas Di Puskesmas Sikakap Kepulauan Mentawai
Abstract
Kursi roda (wheel chair) adalah alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas bagi orang yang memiliki kekurangan seperti orang yang cacat fisik (khususnya penyandang cacat kaki). Kursi roda yang digunakan pasien disabilitas saat ini tidak ergonomis karena pasien tidak nyaman menggunakannya bahkan masih menyebabkan keluhan sakit bagian tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah rancangan kursi roda yang sesuai pasien disabilitas terutama untuk aktivitas kamar mandi. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode EFD, digunakan untuk mengidentifikasi teknis produk berdasarkan persyaratan pengguna dengan menambahkan hubungan baru antara keinginan konsumen dan aspek ergonomi dari produk. Hasil penelitian didapat variabel rancangan kursi roda ergonomis yakni variabel efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE), berdasarkan kebutuhan konsumen maka ditambah fasilitas pendukung di kursi roda seperti tempat sabun, tempat tisue, pispot (penampung kotoran), gorden penutup, tabung air (tempat air pembilas) dan bag barang/documen.
References
[1] Astutik, Rina. 2015. Perancangan Meja Kerja Khusus RecycleSampah Elektronik Yang Ergonomis MenggunakanMetode Ergonomic Function Deployment (EFD). Universitas Dian Nuswantoro.
[2] Dwi, Pongki. 2008. Gambaran Risiko Ergonomi Dan Keluhan Gangguan Muskuloskeletal Pada Penjahit Sektor Usaha Informal. Universitas Indonesia.
[3] Gumasing, J. J. M., Villapando, C. A., & Pernia, C. K. 2019. An ergonomic design of wheelchair bed transfer for post stroke patients. International Conference on Management Science and Industrial Engineering, 275–279. https://doi.org/10.1145/3335550.3339900
[4] Harrianto, R. 2008. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.
[5] Hidayati, N. 2013. The Impact of the School Safety Zone on Passenger Car Equivalent Values in Indonesian Urban Roads (Thesis). The University of Leeds. Jurnal PASTI, Vol. XV, No. 3, Desember 2021, 306-319
[6] Izzhati, Dwi Nurul. 2009. Perancangan Alat Pemotong Tahu yang Ergonomis di Industri Kecil – Menengah Tahu Langen Sari Semarang. UNISULA.
[7] Kotler, P. dan Amstrong, G. 2001. Dasar-Dasar Pemasaran. Jakarta: PT Indeks.
[8] Lee W. 2017. Effects Among Product Attributes, Involvement, Word-Of-Mouth, and Purchase Intention In Online Shopping. Journal of Management, Vol 22(4).
[9] Li, G., Haslegrave, C. M., & Corlett, E. N. 1995. Factors Affecting Posture For Machine Sewing Tasks. Applied Ergonomics. 46: 35-46.
[10] Meyharti, Herni F. & Desrianty A. 2013. Usulan Rancangan Baby Tafel Portable dengan Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment (EFD). Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, Vol. 2(1), 170-180.
[11] Nurmianto, Eko. 2004. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasainya.Surabaya: Guna Widya.
[12] Occupational Health and Safety Council of Ontario (OHSCO). 2007. Prevention Musculoskeletal Tool Box USA: Ontario.
[13] Oni, Mutia. 2012. Gambaran Faktor Risiko Ergonomi dan Keluhan Subjektif terhadap Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Penjahit Sektor Informal di Kawasan Home Industry RW 6, Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Tahun 2012. Universitas Indonesia.
[14] Prasetyo W. 2015. Redesain Alat Pemipihan Biji Melinjo Dengan Pendekatan Metode Antropometri Di UD. SARTIKA. Jurnal Teknik Industri Untirta, Vol. 3(2), 1 – 8.
[15] Savitri, T. 2010. 8 Jenis Kursi Roda Dengan Fungsi Berbeda yang Bisa Jadi Pilihan Anda. Tersedia pada: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/tipe-dan-jenis-kursi-roda/.
[16] Tarwaka. 2015. Ergonomi Industri, Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Solo:Harapan pre