Analyzing The Palestine-Israel Conflict Through Hannah Arendt’s Philosophical Lens

Analisis Konflik Palestina-Israel Melalui Lensa Filsafat Hannah Arendt

Authors

  • Fenskha Thaliah Universitas Pelita Harapan

DOI:

https://doi.org/10.22303/pir.10.1.2025.64-74

Keywords:

Konflik Palestina-Israel, Hannah Arendt, Totalitarianisme, Kekerasan dan Kekuasaan, Banalitas Kejahatan

Abstract

Tulisan ini menganalisis dinamika konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel melalui kerangka pemikiran seorang filsuf Jerman yang bernama Hannah Arendt. Tiga konsep pemikiran Hannah Arendt yaitu, totalitarianism, kekuasaan dan kekerasan, serta banalitas kejahatan digunakan sebagai kerangka konseptual dalam mengkaji kompleksitas permasalahan dari konflik ini. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi dinamika konflik dan relevansinya dengan pemikiran Arendt. Tujuan penulisan ini untuk mengupas konsep-konsep tersebut dan memberikan wawasan baru tentang konflik ini. Konsep ini juga menawarkan perspektif baru dalam mencari solusi atas permasalahan ini. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa kerangka pemikiran Hannah Arendt masih tetap relevan dalam mengkaji konflik global era kontemporer ini. Selain itu, ketiga konsep tersebut menjadi elemen utama dalam memperparah konflik ini. Tidak hanya tindakan represif yang dilakukan oleh kedua pihak,, namun ada faktor kegagalan masyarakat global dalam mengatasi konflik ini. Kerangka pemikiran Hannah Arendt ini menawarkan solusi untuk menghentikan konflik dengan dipelukan ruang dialog yang setara dan inklusif. Pendekatan ini diharapkan menjadi pintu menuju perdamaian yang berkelanjutan.

References

[1] Antara News. (2023, Oktober). Mengapa PBB tidak bisa selesaikan konflik Israel-Palestina? Diambil dari https://www.antaranews.com/berita/3789441/mengapa-pbb-tidak-bisa-selesaikan-konflik-israel-palestina

[2] BBC News Indonesia. (2023, Oktober). Sejarah konflik Palestina-Israel, pertikaian berkepanjangan yang berlangsung puluhan tahun. Diambil dari https://www.bbc.com/indonesia/articles/cjr0pz20z7po

[3] CNBC Indonesia. (2023, Desember). Sejarah konflik Israel-Palestina, perang hingga akhir zaman? Diambil dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20231224103055-4-500024/sejarah-konflik-israel-palestina-perang-hingga-akhir-zaman

[4] Edkins, J., & Pin-Fat, V. (2009). Critical theorists and international relations (Chapter 3: Hannah Arendt, pp. 31-41). Routledge

[5] Haboush, M. M. M. (2024, April). Israel persempit ruang hidup rakyat Gaza dengan blokade selama 17 tahun. Diambil dari https://www.aa.com.tr/id/budaya/israel-persempit-ruang-hidup-rakyat-gaza-dengan-blokade-selama-17-tahun/3148975

[6] Jena, Y. (2011). Pemikiran Hannah Arendt mengenai kekerasan dalam kekuasaan. DISKURSUS-JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, 10(2), 166-190.

[7] Kempalan News. (2022, Februari). Hannah Arendt dan banalitas kejahatan politik kita. Diambil dari https://kempalan.com/2022/02/21/hannah-arendt-dan-banalitas-kejahatan-politik-kita/#google_vignette

[8] Kompas.com. (2023, Oktober). Tembok pemisah Israel, dibangun setinggi 9 meter. Diambil dari https://www.kompas.com/stori/read/2023/10/14/180000079/tembok-pemisah-israel-dibangun-setinggi-9-meter

[9] Kompas.com. (2023, November). Perjanjian Oslo, upaya damai Israel dan Palestina yang kandas. Diambil dari https://www.kompas.com/stori/read/2023/11/20/203000279/perjanjian-oslo-upaya-damai-israel-dan-palestina-yang-kandas?page=all

[10] Prihatna, C. N., & Lewoleba, K. K. (2024). Analisis peran Mahkamah Internasional PBB dalam penegakan hukum kejahatan genosida oleh Israel terhadap Palestina. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 5(1), 11-20.

[11] Tanjung, N. F. (2022). “Kerjasama Indonesia-Amerika Serikat dalam merespons dominasi kekuatan China di kawasan Indo-Pasifik”. Disertasi PhD, Fisip Universitas Muhammadiyah Jakarta. Diambil dari https://repository.umj.ac.id/9348/12/12.%20BAB%20III.pdf

[12] Tan, P. (2024). Totalitarianisme, banalitas kejahatan dan kebebasan berpikir: Refleksi bersama Hannah Arendt. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(1), 119-130. [13] Wilkinson, M. (1996). Rapid automatic segmentation of fluorescent and phase-contrast images of bacteria. Fluorescence Microscopy And Fluorescent Probes. New York, NY: Plenum Press.

[13] VOA Indonesia. (Juni, 2023). Netanyahu: Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat tak halangi upaya perdamaian. Diambil dari https://www.voaindonesia.com/a/netanyahu-pembangunan-permukiman-israel-di-tepi-barat-tak-halangi-upaya-perdamaian-/7131435.html

[14] VOA Indonesia. (Februari ,2024). Kabinet Israel tolak pengakuan sepihak atas negara Palestina. Diambil dari https://www.voaindonesia.com/a/kabinet-israel-tolak-pengakuan-sepihak-atas-negara-palestina/7493207.html

[15] VOA Indonesia. (Agustus,2024). Hamas, Jihad Islam klaim serangan ‘bunuh diri’ di Tel Aviv. Diambil dari https://www.voaindonesia.com/a/hamas-jihad-islam-klaim-serangan-bunuh-diri-di-tel-aviv/7748783.html

[16] Watimena, R. A. A. (Desember, 2011). Hannah Arendt, banalitas kejahatan, dan situasi Indonesia. Diambil dari https://rumahfilsafat.com/2011/12/26/hannah-arendt-banalitas-kejahatan-dan-situasi-indonesia/

[17] Yar, M. (n.d.). Hannah Arendt (1906–1975). Diambil dari https://iep.utm.edu/hannah-arendt/#H3

Downloads

Published

17-02-2025