Implementasi Metode TOPSIS dalam Sistem Pendukung Keputusan untuk Seleksi Bibit Ikan Lele Berkualitas
Keywords:
Bibit Ikan Lele, Seleksi Kualitas, Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, AkuakulturAbstract
Banyak faktor mempengaruhi pemilihan bibit lele yang berkualitas, seperti ukuran, kesehatan ikan, hingga kualitas airnya. Awalnya, dalam memilih bibit lele berkualitas sangatlah mudah. Namun sering kali terjadi kendala seperti, Ukuran ikan yang tidak sesuai, kesehatan ikan yang kurang baik, harga yang cukup tinggi, dan lain sebagainya, sehingga dapat menyebabkan kekecewaan pelanggan. Untuk memilih bibit lele berkualitas, diperlukan pengalaman yang memastikan terhadap kualitas ikan dan kesehatan ikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sistem pendukung keputusan metode TOPSIS. Metode TOPSIS memiliki konsep yang sederhana dan mudah dipahami serta mampu mengukur kinerja relatif dari alternatif keputusan dalam bentuk matematis sederhana. Krtiteria yang digunakan dalam penelitian ini, ukuran, berat, umur, kesehatan dan kualitas air. Alternatif pemilihan bibit lele yang dievaluasi adalah Lele Sangkuriang, Lele Mutiara, Lele Phyton, Lele Masamo, dan Lele Dumbo. Hasil Perhitungan dengan metode TOPSIS menunjukkan bahwa bibit lele berkualitas adalah Bibit Lele Dumbo yang menempati urutan pertama dengan nilai 0,7726, diikuti oleh Bibit Lele Phyton di urutan kedua dengan nilai 0,5419, dan Bibit lele Mutiara di urutan ketiga dengan nilai 0,3849. Dengan demikian, bibit Lele Dumbo merupakan pilihan terbaik sebagai bibit lele berkualitas.
