Perancangan Background Bernuansa Tahun 1947 Pada Animasi 2D Brandan Bumi Hangus
DOI:
https://doi.org/10.22303/proporsi.9.1.2024.89-102Keywords:
Background, Film animasi, Fiksi sejarah, Media animasi, Pangkalan BrandanAbstract
Konflik Brandan Bumi Hangus di Sumatera Utara berpusat pada persaingan kontrol atas minyak bumi, dengan Belanda mempertahankan dominasi kolonial dan keuntungan ekonominya, sementara Indonesia berjuang untuk kemerdekaan politik dan ekonominya. Ketegangan ini memicu pertempuran sengit dan perlawanan gigih dari rakyat Indonesia. Nilai historis dari aksi bumi hangus ini diperingati dalam festival lokal pada 13 Agustus di Lapangan Petrolia, namun hanya diketahui oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan media yang menjangkau audiens lebih luas. Film animasi dipilih karena kemampuannya membangkitkan emosi dan menyampaikan pesan edukatif. Animasi dengan visualisasi kreatif menarik minat anak muda, memadukan hiburan dan pembelajaran, serta mudah diakses melalui platform digital. Ini menciptakan atmosfer zaman kolonial Belanda di tahun 1940-an, selaras dengan sejarah Brandan. Survei menunjukkan 91,3% responden sangat setuju bahwa perancangan background dalam animasi "Brandan Bumi Hangus" penting sebagai edukasi sejarah. Ini menegaskan efektivitas film animasi sebagai media yang menarik dan edukatif untuk menyebarkan pengetahuan sejarah kepada generasi muda. Film animasi dapat memadukan hiburan dengan pembelajaran yang menyenangkan. Dalam konteks yang menarik dan cerita yang menghibur, film animasi dapat menyampaikan pesan-pesan yang edukatif, mengajarkan nilai-nilai positif, dan membuka wawasan anak muda terhadap isu-isu sosial atau sejarah. Pendekatan yang lebih santai dan interaktif membuat anak muda lebih terbuka untuk belajar dan mengasimilasi informasi dengan lebih baik.
