Perancangan Pop Up Book Saling Menghargai Perbedaan Agama

Authors

  • Putri Febrianti Universitas Potensi Utama
  • Irwansyah Irwansyah Universitas Potensi Utama

DOI:

https://doi.org/10.22303/proporsi.9.1.2024.01-13

Keywords:

Agama, Buku, Pop Up, Ilustrasi, Konflik, Toleransi

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan keragaman suku, ras, dan agama menekankan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" (berbeda-beda, tapi tetap satu) untuk menyatukan warga. Namun, dalam 77 tahun kemerdekaannya, konflik sering terjadi, terutama seputar isu agama. Tindakan radikalisme agama telah menyebabkan kekacauan, dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) yang menjadi titik perdebatan. Kasus perusakan tempat ibadah menjadi bukti penting akan kurangnya toleransi.Kasus perusakan Vihara di Tanjung Balai mencerminkan masalah intoleransi terkait isu SARA. Kekacauan ini dimulai dari perselisihan kecil yang berujung pada pembakaran tempat ibadah. Hal ini sangat penting untuk menanamkan nilai toleransi di tengah keragaman masyarakat.Pentingnya mengajarkan toleransi, terutama kepada generasi penerus adalah sebagai kunci, agar mengajarkan sikap saling menghargai dan memperkuat toleransi antar umat beragama.Penggunaan media pembelajaran seperti buku Pop-Up menjadi solusi menarik. Buku ini memberikan pengalaman membaca yang interaktif dan menghibur bagi anak-anak, serta membantu mereka memahami nilai-nilai sosial dengan cara yang lebih menarik.Dalam konteks rendahnya minat membaca di Indonesia, media kreatif seperti buku Pop-Up menjadi solusi untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Pop-up book memiliki keunggulan dalam memberikan pengalaman langsung, visualisasi yang menarik, serta kemampuan menjelaskan konsep secara konkret. Dengan memanfaatkan buku Pop-Up, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan.

Downloads

Published

2024-07-22